Cara Menggunakan Tanda Koma dalam Artikel ( I )

Sebelumnya kita sudah membahas tentang 9 cara menggunakan tanda titik (.) dalam artikel. Mari kita lanjutkan dengan mempelajari 13 cara menggunakan tanda koma (,) dalam artikel.

Sekedar tahu saja, penggunaan tanda baca titik dan koma serta tanda baca lain yang akan kita bahas juga dalam artikel lain, punya peran penting dalam sebuah penulisan artikel yang bagus. Jika dibanding dengan Cara Penulisan Huruf Besar dan Kecil dalam Artikel, penggunaan tanda baca yang tepat menentukan ketepatan makna. Berbeda jika kita salah menggunakan huruf besar atau kecil, makna kalimat dalam artikel tidak akan berubah.

Baiklah, kita tidak akan berpanjang lebar dulu tentang peran tanda baca terhadap ketepatan makna dan informasi yang akan disampaikan dalam sebuah artikel. Mari kita lihat 7 dari 13 cara menggunakan tanda koma terlebih dulu;

1.    Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam sebuah perincian.
Contoh;
Ibu pergi ke pasar untuk membeli telur, tahu, tempe dan minyak goreng.

2.    Tanda koma dipakai untuk memisahkan kalimat setara yang satu dengan lainnya, yang diawali dengan kata “tetapi” atau “melainkan”
Contoh;
Ibu ingin ikut pergi ke pasar, tetapi tak punya uang untuk belanja.
Mobil itu bukan milik Pak RT, melainkan milik Karang Taruna

3.    Tanda koma dipakai untuk memisahkan anak kalimat yang mendahului induk kalimat.
Contoh;
Kalau banjir, saya tidak akan masuk kerja.
Karena ketiduran, adik terlambat masuk sekolah.

Catatan; tanda koma tidak akan dipakai jika anak kalimat di belakang induk kalimat.
Contoh;
Saya tidak akan masuk kerja kalau banjir
Adik terlambat masuk sekolah karena ketiduran.

4.    Tanda koma dipakai untuk memisahkan petikan langsung dengan bagian lain dalam kalimat itu.
Contoh;
“Saya marah sekali,” kata bapak, “karena kamu tidak mengerjakan PR.”

5.    Tanda koma dipakai di antara; nama dan alamat, bagian-bagian alamat, tempat dan tanggal, nama tempat dan wilayah atau negara yang berturutan
Contoh;
Firman Wijaya
Jalan Pattimura 58, kelurahan Batubata, Cengkareng, Jakarta Barat

6.    Tanda koma dipakai di belakang kata atau ungkapan penghubung antar kalimat yang terdapat pada awal kalimat. Contoh kata atau ungkapan penghubung antar kalimat, seperti “oleh karena itu, “jadi”, “lagi pula”, “meskipun begitu” dan “akan tetapi”.
Contoh kalimatnya;

Oleh karena itu, anda tetap harus belajar.
Meskipun begitu, saya tetap iklah menerima cobaan ini.

7.    Tanda koma dipakai setelah kata-kata seperti o, ya, wah, aduh, kasihan dan kata-kata seruan lainnya.
Contoh;
Wah, luar biasa!
O, begitu ya.
Aduh, kenapa kamu tidak cerita?

Sampai di sini dulu pembahasan cara menggunakan tanda koma dalam artikel. Masih ada beberapa cara penggunaan tanda koma lain dalam artikel selanjutnya.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *