Cara Menulis Kata Ulang dalan Penulisan

Sebelum merinci bagaimana cara menulis kata ulang, baiknya kita perjelas dulu definisi kata ulang. Dalam penulisan artikel, pada dasarnya, definisi kata ulang adalah kata bentukan hasil pengulangan sebagian atau seluruh bentuk dasar kata ulang tersebut. Di antara kata atau bagian kata yang diulang itu mengalami perubahan bentuk.

Contoh
anak-anak (kata bentukan hasil mengulang secara utuh bentuk dasarnya, yaitu anak)
sayur-mayur (kata bentukan hasil mengulang bentuk dasarnya, tapi mengalami perubahan bentuk)

Dari dua contoh tadi, mari segera saja uraikan lebih rinci tentang beberapa cara menulis kata ulang.

Pertama, bentuk ulang ditulis dengan memakai tanda hubung.

Contoh;
ibu-ibu
mata-mata
kuda-kuda
kupu-kupu
hati-hati
tukar-menukar
tulis-menulis
sayur-mayur
ramah-tamah

Kedua, gabungan kata juga bisa diulang dengan cara mengulang unsur pertamanya saja.

Contoh
surat kabar (jika diulang menjadi [surat-surat kabar])
kapal perang (jika diulang menjadi [kapal-kapal perang])
tempat gelas (jika diulang menjadi [tempet-tempat gelas])

Ketiga, jika bentuk ulang itu hasil pengulangan gabungan kata yang unsur-unsurnya adjektiva, pengulangan bisa dilakukan dengan mengulang unsur pertama atau kedua, tapi menghasilkan makna berbeda.

Contoh
orang besar (jika diulang bisa menjadi [orang-orang besar] atau [orang besar-besar])
gedung tinggi (jika diulang bisa menjadi [gedung-gedung tinggi] atau [gedung tinggi-tinggi])

Keempat, jika bentuk ulang mendapat awalan dan akhiran, maka imbuhan itu ditulis serangkai dengan bentuk ulangnya.

Contoh
([kanak-kanak] + [ke-an]) menjadi [kekanak-kanakan]
([undang-undang] + [pe-an]) menjadi [perundang-undangan]
([besar-besar] + [di-kan]) menjadi [dibesar-besarkan]
([mata-mata] + [me-i]) menjadi [memata-matai]

Itulah tadi beberapa cara menulis kata ulang. Di bagian lain, anda bisa mengikuti juga seluk beluk cara menulis gabungan kata.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *