Penggunaan Titik Koma dan Titik Dua dalam Artikel

Titik Koma

Mari kita lanjutkan bahasan penggunaan tanda baca dalam penulisan artikel. Sebelumnya sudah kita urai tentang penggunaan tanda titik dan tanda koma. Kini kita sampaikan penggunaan tanda titik koma ( ; ) dan titik dua ( : ).

Tanda titik koma bisa kita pakai untuk;

• Memisahkan kalimat-kalimat yang setara
• Sebagai pengganti kata penghubung untuk memisahkan kalimat yang setara dalam kalimat majemuk.

Contoh penggunaan tanda titik koma untuk memisahkan kalimat yang setara:

Badan sudah lelah; pekerjaan masih menumpuk.

Contoh penggunaan tanda titik dua untuk memisahkan kalimat setara dalam kalimat majemuk.

Pak polisi sibuk mengatur lalu lintas, relawan menolong korban kecelakaan; pemakai jalan melihat dampak kecelakaan lalu lintas.

Titik Dua

Tanda titik dua dipakai jika ada kalimat yang merinci atau memerikan sesuatu.
Contoh:
Bapak membeli banyak perkakas: gergaji, paku, palu dan cat.

Tanda titik dua tidak dipakai jika pemerian itu merupakan pelengkap kalimat.
Contoh
Siswa dilarang membawa senjata tajam, narkoba dan mainan berbahaya.

Tanda titik dua dipakai setelah kata atau ungkapan yang memerlukan pemerian.
Contoh
Ketua : John J
Wakil Ketua : Edward Gone
Sekretaris : Tungkaning Jala

Tanda titik dua dipakai setelah kata yang menunjukka pelaku drama.
Contoh
Ayah : “Kamu mau ke mana, Nak?”
Anak : “Saya mau main layang-layang, Ayah.”

Tanda titik dua dipakai di antara jilid atau nomor dan halaman, antara bab dan ayat kitab suci, di antara judul dan anak judul sebuah karangan dan di antara nama kota dan buku acuan dalam karangan.

Contoh
Ananda, (11) 2013: 5
Surat An Nas: 12

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *